I. PEMANASAN GLOBAL
Belakangan ini pemanasan global makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia. Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Pemanasan global atau yang sering disebut dengan Global Warming adalah meningkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca. Sehingga menyebabkan mencairnya es di kutub dan naiknya permukaan laut yang dapat menenggelamkan daratan rendah. Efek rumah kaca merupakan hasil dari meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer yang dapat menyebabkan terperangkapnya radiasi membumi. Kloroflourokarbon (freon) yang lepas ke atmosfer merusak ozon, sehingga sinar ultraviolet yang mencapai bumi meningkat, dan dapat menimbulkan kasus kanker kulit dan katarak mata.
Belakangan ini pemanasan global makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia. Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Pemanasan global atau yang sering disebut dengan Global Warming adalah meningkatnya suhu bumi akibat efek rumah kaca. Sehingga menyebabkan mencairnya es di kutub dan naiknya permukaan laut yang dapat menenggelamkan daratan rendah. Efek rumah kaca merupakan hasil dari meningkatnya konsentrasi karbondioksida di atmosfer yang dapat menyebabkan terperangkapnya radiasi membumi. Kloroflourokarbon (freon) yang lepas ke atmosfer merusak ozon, sehingga sinar ultraviolet yang mencapai bumi meningkat, dan dapat menimbulkan kasus kanker kulit dan katarak mata.
Beberapa polutan di atmosfer bumi diantaranya :
- Karbonmonoksida
- Hidrokarbon
- Zat partikulat
- Sulfur dioksida
- Senyawa nitrogen oksida
- Timbal
II. EFEK RUMAH KACA
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar